Buku Hal. 111–113

Awas Calo Seleksi Polri!

“Satu-satunya 'orang dalam' yang bisa meluluskanmu adalah dirimu sendiri: nilai yang kamu latih, tubuh yang kamu jaga, dan kejujuran yang kamu bawa ke setiap tahap.”

“Saya kenal pejabat, beliau punya jatah”

Klaim Calo

Calo mengaku dekat dengan pejabat Polri, menunjukkan foto bersama orang berseragam, dan mengklaim punya kuota khusus.

Faktanya

Tidak ada jatah pejabat dalam seleksi. Nilai kesehatan, psikologi, akademik, dan jasmani dicatat per tahap, direkap terbuka, dan diperingkat sesuai kuota resmi.

“Yang sudah gugur bisa diluluskan kembali”

Klaim Calo

Menghubungi keluarga peserta yang baru dinyatakan TMS dan menawarkan 'jalur pemulihan' dengan imbalan uang.

Faktanya

Keputusan hasil seleksi ditetapkan melalui mekanisme resmi dan diumumkan terbuka. Tidak ada cara membeli kembali status lulus.

“Penembak di atas kuda (Garansi uang kembali jika gagal)”

Klaim Calo

Menyasar peserta yang memang pintar dan bugar dengan janji 'Kalau tidak lulus, uang kembali utuh'.

Faktanya

Murni perjudian tanpa usaha: jika anak lulus karena kemampuannya sendiri, calo mengklaim uangnya; jika gagal, uang dikembalikan agar tampak jujur. Menyerahkan uang tetap melanggar aturan dan membahayakan status peserta.

  • Menawarkan bocoran soal atau kunci jawaban resmi.
  • Meminta username, password, atau kode OTP akun pendaftaran online.
  • Mengaku panitia atau utusan panitia lewat telepon/WhatsApp di sekitar lokasi tes.
  • Menawarkan 'bimbel orang dalam' berharga selangit dengan garansi kelulusan.
  • Mendesak transfer hari ini juga dan meminta dirahasiakan.
  1. Tolak dengan tegas: jangan menawar dan jangan menyerahkan uang, dokumen asli, atau data akun.
  2. Simpan bukti: tangkapan layar percakapan, nomor telepon, nama akun, rekaman, atau bukti transfer.
  3. Laporkan melalui saluran pengaduan resmi panitia penerimaan, Propam, atau kantor polisi terdekat.
  4. Ceritakan kepada keluarga dan teman agar calo kehilangan ruang kerahasiaannya.